Notification

×

Kategori Berita

Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Pengobatan Tradisional Patah Tulang Semakin Diminati Masyarakat

12 Okt 2019, 04:37 WIB Last Updated 2020-09-28T20:19:03Z



GLOBALMEDAN.COM - BATAM, Pengobatan tradisional khususnya terapi patah tulang, urat dan sendi semakin digemari dikalangan trapis tradisional dan berkembang di masyarakat sebagai alternatif pengobatan medis. Namun demikian, keluhan pasien patah tulang semisal bengkok atau infeksi masih terjadi, akibat penanganan patah tulang yang tidak tepat.

"Untuk menanganin patah tulang dan saraf jepit leher, Perkumpulan Terapis Tradisonal Patah Tulang, Urat dan Sendi Indonesia (Perpatri) secara berkala mengadakan pembekalan dan standarisasi bagi para anggotanya". terang Ketua Perpatri Provinsi Kepri, Iskandar disela-sela acara pembekalan dan standarisasi penanganan patah tulang di Venesia Hotel Batam Center, Minggu (6/10/2019)

Ia mengatakan pembekalan diikuti 37 terapis anggota Perpatri dari seluruh Indonesia. Materi yang diberikan meliputi penanganan patah tulang dan keseleo level dasar. Selain itu, juga dilakukan pelantikan pengurus Perpatri Provinsi Kepri.

Ia menuturkan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 104 tahun 2014 dan Permenkes Nomor 61 tahun 2016 tentang pengobatan tradisional, mensyaratkan seorang terapis patah tulang harus mengantongi Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional (STPT) ketika berpraktik. Untuk mendapatkan STPT tersebut, terapis harus mendapat rekomendasi dari asosiasi/perkumpulan yang menaungi.

"Perpatri yang baru dibentuk 9 September 2017 lalu, menjadi organisasi yang menanungi para terapis patah tulang tersebut,"sebutnya.

Menurut iskandar , meskipun organisasi Perpatri telah resmi terdaftar melalui SK Menteri Hukum dan HAM, dan sudah bermitra dengan Kemenkes untuk bentuk penyehat tradisional.  Targetnya tidak hanya sebatas keluarnya STPT dari Dinas Kesehatan, namun lebih dari itu, Perpatri ingin pengobatan tradisional patah tulang berkembang diseluruh indonesia.

Sementara itu, Yuyun sebagai Bendahara Perparti Kepri mengatakan sebagai pengobatan patah tulang dan sendi  tidak bisa membuat pendirinya berdiri sendiri-sendiri di dalam Perparti ini untuk menangani pasien. Untuk biaya pengobatan,  harga lebih ekonomis di Perpati tetap bisa dijangkau oleh masarakat.

"Ya kompetensi para terapis sudah bersetipikat sudah diakui pemerintah untuk menangani pasien dengan harga terjangkau oleh masyarakat" terangnya.

Disisi lain, Pendiri Perparti di Indonesia, Segiono menjelaskan dengan ada keberadaan Perpatri ini dengan tujuan mengajak para trapis untuk menjadi menjadi trapis berkualitas dengan sertifikat nasional sehingga ke depannya menjaga pengobatan tradisonal khususnya patah putang sebagai alternatif pengobatan non medis yang diminati masyarakat. (Bambang)
Komentar

Tampilkan

  • Pengobatan Tradisional Patah Tulang Semakin Diminati Masyarakat
  • 0

Terkini